Dian Piesesha - Betapa mulia cintamu

Posted on | Wednesday, April 6, 2016 | No Comments

Sudah terlanjur kau ciptakan cinta di hati
Sudah terlanjur kau tanamkan bunga cinta untukku
Bila.. bila.. bersemi lagi cinta yang suci
Mungkin.. mungkin.. akan ada lagi cinta yang murni
  
Aku pun tahu betapa tulusnya kasihmu itu
Aku pun tahu betapa mulianya cinta untukku
Sayang.. sayang.. jangan kau makarkan itu untukku
Sayang.. sayang.. kau tetap ku sayang walau t'lah berdua

Tapi kini, ku tak dapat melupakanmu lagi
Betapa suci, kasih dan sayang dari dirimu
Biarkan.. biarkan.. hujan turun membasahi hatimu
Biarkan.. biarkan.. Tuhan kan tunjukkan jalan hidupmu

Aku pun tahu betapa tulusnya kasihmu itu
Aku pun tahu betapa mulianya cinta untukku
Sayang.. sayang.. jangan kau makarkan itu untukku
Sayang.. sayang.. kau tetap ku sayang walau t'lah berdua

Tapi kini, ku tak dapat melupakanmu lagi
Betapa suci, kasih dan sayang dari dirimu
Biarkan.. biarkan.. hujan turun membasahi hatimu
Biarkan.. biarkan.. Tuhan kan tunjukkan jalan hidupmu

Dian Piesesha - Doa malam

Posted on | Friday, July 24, 2015 | No Comments


Senada gelisah tidur malamku
Datang bayang-bayang masa silam
Mengusik lagi kenangan yang padam
Jadi terang bagai bintang
Senada gelisah tidur malamku
Datang bayang-bayang masa silam
Mengusik lagi kenangan yang padam
Jadi terang bagai bintang-bintang

Kau seakan disini, di sisi diri ini
Peraduan sepi jadi bernyanyi

Kau ucap rindu lewat bunga merah
Yang kau ikat di rambut hitamku
Semerah hati yang tak pernah kelam
Walau duri telah kau taburkan

Kau s’lalu disini di dalam hati ini
Walau sejuta mimpi berlari dan pergi

Janji-janji kini semua tinggal janji
Kaupun pergi tak pernah kembali lagi
Biarlah disini ku sepi sendiri
Bersembunyi di balik luka dan duka
Tuhan ku bersujud dan berdoa, besarkan jiwaku
Tuhan dengarlah doa malamku, luruskan hatiku

Kau ucap rindu lewat bunga merah
Yang kau ikat di rambut hitamku
Semerah hati yang tak pernah kelam
Walau duri telah kau taburkan

Kau s’lalu disini di dalam hati ini
Walau sejuta mimpi berlari dan pergi

Janji-janji kini semua tinggal janji
Kaupun pergi tak pernah kembali lagi
Biarlah disini ku sepi sendiri
Bersembunyi di balik luka dan duka
Tuhan ku bersujud dan berdoa, besarkan jiwaku
Tuhan dengarlah doa malamku, luruskan hatiku

-bintang



Kau seakan disini, di sisi diri ini
Peraduan sepi jadi bernyanyi



Kau ucap rindu lewat bunga merah
Yang kau ikat di rambut hitamku
Semerah hati yang tak pernah kelam
Walau duri telah kau taburkan



Kau s�lalu disini di dalam hati ini
Walau sejuta mimpi berlari

Dian Piesesha - Demi hari esok

Posted on | Friday, June 26, 2015 | No Comments

Semakin hari kian terasa
Semakin kau curiga padaku
Mungkin ada salah diriku
Namun tak serendah itu pribadiku

Semakin lama aku merasa
Kau hanya bermanis-manis muka
Cukup terakhir kali ini
Hati terluka disayat kepedihan

Banyak yang memujamu, menyanjungmu
Sebab kau memang manis, penuh janji
Biarlah ku berlalu
Demi hari esok engkau dan diriku

Semakin lama aku merasa
Kau hanya bermanis-manis muka
Cukup terakhir kali ini
Hati terluka disayat kepedihan

Banyak yang memujamu, menyanjungmu
Sebab kau memang manis, penuh janji
Biarlah ku berlalu
Demi hari esok engkau dan diriku

Biarlah ku berlalu
Demi hari esok engkau dan diriku

Dian Piesesha - Hatiku menangis

Posted on | Saturday, March 21, 2015 | No Comments

Seringkali aku harus bersabar
Walaupun ku tahu kau yang bersalah
Satu kali aku maafkan
Dua kali masih aku maafkan
Namun bila terus begini siapapun tak mau

Mungkin memang lebih baik berpisah
Sebelum terlanjur jauh melangkah
Untuk apa bertahan diri
Kalau memang sudah tak mungkin lagi
Ijinkanlah aku memilih jalanku sendiri

Cukup lama aku bersabar menghadapimu
Karna memang diri ini begitu menyayangimu
Namun bila kenyataan sudah begini
Bersamamu sama saja menyiksa diri

Popular Posts

Search This Blog

Register LinkCollider

Link Collider - Best SEO Booster

Contact Form

Archives